I know you want it (Taken with instagram)
I know you want it (Taken with instagram)
Convers-ation return (Taken with instagram)
Ketika rambut tanpa sisir itu ‘keren’ (Taken with instagram)
The Albun of Leaf (Taken with instagram)
Taken with instagram
If these trees could talk (Taken with instagram)
Taken with instagram
Let’s play Tennis! :p (Taken with instagram)
Tennis Tennis Lamp! (Taken with instagram)
Just Sky (Taken with instagram)
Taken with instagram
Bike to Work (Taken with instagram)
Pomalaa, 19 Mei 2012.
Sudah ampir 2 bulan saya disini, ohahaha lupa, Pomalaa itu kota kecil/distrik di Sulawesi Tenggara, provinsi yg dari tahun 70an terkenal sebagai penghasil Nikel di Indonesia. Nikel? apa itu? pernah punya motor? punya pagar besi dirumah? pernah liat kapal laut? yaaah besi laaah kl bahasa umumnya.
Wah rantau pan! hahah iah, awalnya saya juga ga nyangka bakalan dikasih kesempatan nyari rezeki ampe ke sebrang pulau, berawal dari ngisi asal iklan lowongan pekerjaan disalah satu situs, tau” dipanggil dan ya setelah beberapa proses yg cukup panjang, Maha Besar Allah akhirnya saya dikasih kesempatan buat bergabung di salah satu perusahaan BUMN Indonesia, jujur saya bangga (mudah mudahan ga sombong), Antam, terima kasih.
Pomalaa, baru malah saya denger nama ini, kl ga ditempatin kerja disini mana saya tau, hahaha. Prediksi awal saya sama tempat ini, jauh dari peradaban, susah makan susah minum bahkan mungkin susah berak. hahaha, tapi ternyata semua prediksi saya salah sodara sodara!
Pomalaa sekarang serba ada, dari mulai warung tiap 3 rumah sampe lapangan golf juga ada. Luar biasa, tp tetep aja “kota” sinyal TV swasta ga bisa bisa, kita kudu pasang parabola.
Disini saya tinggal di mess dideket “pusat” keramaian Pomala, Lapangan Pomalaa Terbuka. Saya kira saya doang anak baru yg ditempatin disini, ternyat ngga, ada 2 teman baru dari Jakarta namanya Delfy (apa Delfi) sama Claudia, mereka berdua anak Jaket Kuning (UI), kita beda kampus tapi senasib, sama” dibuang ibu kota buat singgah di Pomalaa. huks huks (T__T)
Singkat cerita ya disini ngebetahin lah, walaupun kangen sama Bandung itu ga bisa dihindari, homesick? belum sih. Tapi kangen iah, keluarga terutama, dan ehem ehem hahaha udah lah ga usah ditanya itu mah.. Suka keingetan suara adek Nurman yg manggil”, dulu kita sering nonton “Tendangan Si Madun (yg ga pernah jelas ceritanya) bareng”, tp sekarang, yaa ga bisa, maaf ya Nurman.
Syukur Alhamdulillah disini semua orangnya baik (serius), temen” kantor apalagi. Amazin’! Makasih hahaha ntar kalo nulis lagi saya sebitin satu” deh yah.
Disini damai ramai, tenang dan lengang, sepi.. Saya bisa mendengar detak jantung saya sendiri dipagi hari dengan jelas, tidak seperti biasanya. Saya dapat dengan tenang mendengar setiap langkah kaki kucing liar yg lapar ditengah malam. Ini damai, obat penat nomor sekian, saya suka.
Ini sebuah metamorfosa bagi saya. Dimana saya diberi kesempatan terlahir kembali dikota yg baru *lebaynya sih gitu*Allah menggariskan setiap kisah manusia dengan berbagai hikmah dan makna diujungnya, hidup ini seperti gua, kadang kita akan menemukan cahaya hanya ketika kita berada dekat dengan ujungnya, kata pepatah salah satu kartun. Begitu pula disini, saya bisa mendapatkan ‘sentilan’ dan hikmah disini. Satu yg sederhana adalah hal yg memberi banyak penjelasan berharga *ngerti ga? mudah mudahan ngga :D .
Bukan hendak pamer, tp ketika di Bandung saya jarag sekali shalat berjamaah di Masjid, cape lah, nanggung lah dan alasan” sampah yg lainnya. Disini saya diajari anak umur 7 tahun ketika dia shalat dzuhur berjamaah, dia khusyuk sekali ketika takbir, gemetar ketika menahan rukuk 90 derajat lalu ikhlas ketika attahiyat wal dan akhir. Saya malu, 22 tahun hidup saya, belum sekalipun bisa meniru gerakan shalat seindah itu.
Disini shalat berjamaah di masjid menjadi budaya, utamakan shalat. Pekerjaan bisa menunggu, makan bisa menunggu, cinta bisa menunggu, Allah selalu menunggu, tapi apakah usia bisa menunggu? Mesjid dimana pun selalu ada motor dan sepeda bahkan mobil yg parkir, selidik demi selidik sih jarak rumah mereka aga jauh dari masjid, jadi pake motor, nah saya yg messnya sebelahan sama masjid masih males aja, kesentil lagi dah.
Disini saya belajar malu, ditengadahkan contoh manusia sederhana kembali, ketika saya shalat isya, muadzin disini sekilas tidak nampak aneh ketika adzan, tapi ketika dia melakukan takbir, terliat janggal ketika tangan kanannya tidak diangkat. Sadar ternyata dia cacat, tangan kanannya patah dan lumpuh, tp masih semangat adzan pada waktu subuh.
Godaan terbesar manusia adalah kebiasaan mereka, kebiasaan yg baik dan mudah luntur sedangkan kebiasaan buruk biasa abadi terpelihara. Saya ingin berubah, disini diberi kesempatan dengan sejuta contoh” kebaikan yg alami,lugu belum mengenal congkaknya ibu kota.
Allah menyukai hal/perubahan sedikit demi sedikit namun konsisten dibandingkan 1 perubahan besar namun timbul tenggelam, itu yg saya pelajari dr Khotbah Jumah disini.
Agama adalah segla sesuatu yg kita bicarakan didunia ini, Tuhan adalah ujung dari pembicaraannya, berlebihan atau tidak, hidup dengan tujuan Tuhan akan memberikan kita pencarian tidak terbatas disegala tempat, pengetahuan yg baru, nilai kehidupan serta pencapaian yg tidak pernah kita jumpai selama ini.
Untuk apa kita hdup? Kemana tujuan kita?
Dua pertanyaan sederhana ini silahkan dijawab seserius mungkin..
Disini, Pomalaa, kota dengan bukit” nikelnya saya belajar banyak hal yg baru dan mengesankan, saya akan merindukan Bandung beserta isinya, tapi sekarang bukan saatnya.
Manusia selalu diberi pilihan menjadi dewasa oleh Tuhan dengan berbagai peristiwa memilukan dihidupnya, Dia bangktkan dan tumbuhkan hidayah, Dia sederhanakan masalah dengan sebuah perkara lalu dengan perumpamaan sederhana, Maha Suci Allah dengan segala maksudNya.
Ditengah keramaian disana, mudah mudahan perlindungan dan keselamatan diberikan bagi keluarga dan orang” terkasih, terutama Ibu dan Bapak. Tunggu saya ketika saya bisa memanggul sebidang rumah untuk kalian kunjungi bertemu menantu dan cucu kalian. Tunggu saya hingga tak ada kebahagiaan tersisa yg dapat saya berikan pada kalian. Tunggu saya hingga pada saatnya Allah memangil salah satu diantara kita :’).
hahahah udah ah ~
Seriusan, grogi ternyata naik Tractor -,- (Taken with instagram)
Taken with instagram